Saturday, May 25, 2013

Siklus Dalam Pembelajaran



Dalam pembelajaran di kelas ada empat tahap yang seyogianya ditempuh sebagai berikut:
 Pertama, building knowledge of field. Ini merujuk pada tahap penjajagan dan pengenalan topik yang akan dibahas. Kegiatan ini bersifat interaktif antara guru dan siswa, antara siswa dengan siswa yang lain, sehingga ketrampilan listening dan speaking terjadi di sini. Guru diharapkan membangun kosa kata dengan cara eliciting dari siswa tentang topik yang akan dibahas. Guru juga melatih pola-pola kalimat atau tatabahasa yang mencirikan teks spoof dan memasukkannya kedalam kalimat-kalimat (tidak berdiri sendiri-sendiri atau terpisah). Pada tahap ini siswa dilatih keterampilan menyimak dan berbicara. Singkatnya, pengalaman dan pengetahuan siswa tentang topik itu dijelajahi sebanyak mungkin.

Kedua, modelling of text. Tahap ini adalah tahap pemajanan (exposure) terhadap sebuah model teks spoof kepada peserta didik (siswa). Pada tahap ini keterampilan yang dilatihkan adalah membaca. Tahap ini berbeda dengan tahap sebelumnya (BKOF) yang membangun pengetahuan umum sesuai konteks dari topik. Pada tahap MOT ini secara eksplisit fokus pada mengamati dan menganalisa teks model, misalnya analisa tentang fungsi sosial sebuah teks, struktur generik dan ciri kebahasaannya.
Ketiga, joint construction of text. Tahap ini didesain untuk menciptakan kolaborasi antar siswa. Dari kolaborasi itu diharapkan muncul teks sebagai hasil kerja sama. Mereka diasumsikan mampu berbuat itu setelah melewati dua tahap sebelumnya di atas. Sebelumnya guru harus yakin bahwa siswa sudah benar-benar memiliki pengetahuan yang memadai tentang topik yang akan dibahas, sehingga siswa tidak menemui kesulitan dalam memproduksi sebuah teks. Guru sebaiknya secara langsung menjelaskan kekurangan-kekurangan yang belum atau lupa dijelaskan dalam BKOF di dalam JCOT ini.
 Pada tahap ini guru membagi siswa dalam kelompok 3 atau 4 siswa. Guru membagikan gambar berseri dimana masing-masing gambar terdapat kata-kata kunci di bawahnya kepada masing-masing kelompok. Kemudian siswa diminta untuk mendengarkan guru membaca teks spoof (misalnya). Berikutnya siswa diminta untuk menuliskan kembali teks yang tadi dibaca guru dengan kalimat mereka sendiri berdasarkan gambar yang sudah dibagikan tersebut. Kalau dalam pembuatan teks mengalami kesulitan, guru dapat menambahkan daftar pertanyaan untuk masing masing gambar.
Keempat, independent construction of text. Pada tahap ini siswa  diberi gambar berseri yang berbeda dengan gambar sebelumnya kemudian guru menyuruh siswa secara perorangan memproduksi teks. Peserta didik diminta menulis mandiri berdasar imaginasi yang mereka peroleh dari gambar. Setelah melalui revisi-revisi sedemikian rupa lalu teks-teks dipublikasikan dengan menempelkannya di majalah dinding atau dinding-dinding kelas. Pada tahap ini siswa juga diharapkan mampu memproduksi teks tulis sendiri dengan cara mencarinya di luar kelas (internet misalnya).