Wednesday, August 8, 2018

Teknik Analisis Data Menggunakan Uji T


Pengolahan data untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan nilai rata-rata dari dua macam perlakuan atau lebih dilakukan uji statistik T dengan rumus :



dimana :         x1 = nilai rata-rata kelompok 1
                         x2 = nilai rata-rata kelompok 2
                        s1  = varians kelas eksperimen
                        s2  = varians kelas kontrol
                        S  = simpangan baku gabungan
                        n1 = banyak sampel  kelompok 1
                         n2 = banyak sampel kelompok 2
dengan taraf signifikan (α = 5%) kriteria pengujian adalah Ho diterima bila
T hitung < t (1—1/2 α) (n1 + n2 – 2)     (dari tabel distribusi F) dan 
T hitung > t (1—1/2 α) (n1 + n2 – 2)
Dalam hal lainnya Ho ditolak (Sudjana, 1996)

Monday, June 30, 2014

Contoh Kisi-Kisi Kuisioner Minat Siswa

Berikut ini disajikan tabel contoh penyusunan kisi-kisi untuk menyusun kuisioner tentang minat siswa yang menjadi obyek dalam pembelajaran, untuk selengkapnya dapat di lihat pada tabel berikut ini :


Tuesday, June 24, 2014

Jenis Desain Eksperimen



Sebenarnya lebih dari 8 (delapan)desain eksperimen yang dapat kita pelajari, namun berikut ini hanya disampaikan beberapa desain eksperimen yang sering digunakan guru dalam memperbaiki hasil belajar siswa, yaitu:
1) Treatments by Levels Designs,
2) Treatment by Groups Designs, dan
3) Matched Subjects Designs
Untuk  mendapatkan  gambaran  yang  agak  jelas  berikut  ini  diuraikan  secara singkat ketiga desain eksperimen tersebut.

Hipotesis yang di Tolak



Bagaimana  kalau  hasil  eksperimen  ternyata   menolak  hipotesis  kerja?
Perlu  dikaji  secara  hati-hati  dengan menggunakan  dasar  berpikir  ilmiah/logika.  Coba  marilah  kita  diperhatikan beberapa asumsi berikut untuk direnungkan:
1)      Dasar penyusunan hipotesis apakah sudah menggunakan dasar teori serta temuan  ilmiah  yang  relevan?  Jawabannya   sudah,  kalau  sudah  kita  ke alur berikutnya.

Apa yang di maksud Kesesatan Konstan itu ?

Kesesatan  konstan  merupakan  pengaruh  akibat  variable ekstrane,  yang  selalu  ada  dalam  setiap  eksperimen.  Variabel  ini  tidak  dapat diketahui, tidak dapat diukur dan sulit untuk dikendalikan, serta tidak mudah untuk  diperhitungkan   dan  dipisahkan  dengan  perbedaan  hasil  yang ditimbulkan oleh variable eksperimen. Sebagai contoh dari kesesatan konstan adalah sebagai berikut:

KESESATAN DALAM EKSPERIMEN

Segala  sesuatu  yang  berkaitan  dengan  kondisi,  keadaan,  faktor,  perlakuan, atau tindakan yang diperkirakan dapat memengaruhi hasil eksperimen disebut variable.  Dalam  eksperimen  selalu  dibedakan  adanya  variable-variabel  yang berkaitan  secara  langsung  diberlakukan  untuk  mengetahui  suatu  keadaan tertentu dan diharapkan mendapatkan dampak/akibat dari eksperimen sering disebut  variabel  eksperimental  atau  treatment  variable,  dan  variable  yang tidak  dengan  sengaja  dilakukan  tetapi  dapat  memengaruhi  hasil  eksperimen disebut  variabel  noneksperimental. 

Jenis - Jenis Data



Perlu diketahui, bahwa data dapat dibagi menjadi dua berdasarkan asalmuasal data tersebut yaitu Data Primer danData Sekunder.
Data  Primer  adalah  data-data  yang  diperoleh  peneliti  secara  langsung dalam kegiatan penelitian lapangan. Data primer inidapat berbentuk isian kuesioner,  jawaban  langsung  dari  responden/informan berdasarkan masalah  yang  sedang  dikaji. Data  primer  dapat  berupa  sejumlah  analisis statistik  yang  digunakan  untuk  mengunyah  data-data  primer  yang  masuk (menggunakan  analisis  komputer).  Data  primer  juga  dapat  berbentuk  laporan hasil  pengamatan  (pengamatan  melibat  dan  pengamatan tidak  langsung),  hasil gambar  foto  dari  event  tertentu  yang  menjadi  tujuan atau  selama  penelitian berlangsung.

Friday, April 25, 2014

Teknik dan Alat Penilaian



Ada beberapa teknik dan alat penilaian yang dapat digunakan para guru, tutor, pengawas, atau dosen sebagai sarana untuk memperoleh informasi tentang keadaan belajar peserta didik. Penggunaan berbagai teknik dan alat itu harus disesuaikan dengan tujuan melakukan penilaian, waktu yang tersedia, sifat tugas yang dilakukan peserta didik, dan banyaknya/jumlah mata pelajaran yang sudah disampaikan.
Teknik penilaian dalam uraian ini maksudnya adalah metode atau cara penilaian yang dapat digunakan guru untuk rnendapatkan informasi. Teknik penilaian yang memungkinkan dan dapat dengan mudah digunakan oleh guru, misalnya adalah: (1) tes (tertulis, lisan, perbuatan), (2) observasi atau pengamatan, (3) wawancara.

1.  Teknik Penilaian Melalui Tes

Proses Penilaian




Untuk mengetahui tingkat pencapaian kompetensi, guru dapat melakukan penilaian melalui tes dan non tes. Tes meliputi tes lisan, tertulis (bentuk uraian, pilihan ganda, jawaban singkat, isian, menjodohkan, benar-salah), dan tes perbuatan yang meliputi: kinerja (performance), penugasan (project) dan hasil karya (product). Penilaian non-tes contohnya seperti: sikap,  minat, motivasi, penilaian diri, portfolio, life skill. Dalam pelaksanaan di sekolah, penilaian non tes lebih mudah dilakukan dengan bentuk "pengamatan”. Demikian pula untuk tes perbuatan.

Pemilihan Isi Portofolio



Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan isi portofolio, misalnya: siapa yang memilih, bagaimana memilih, bagaimana melibatkan siswa, bagaimana peranan guru, bagaimana kriteria eksternal, kapan harus dipilih, apa yang perlu dilakukan oleh guru terhadap setiap isi.

Siapa yang memilih?
Pihak yang memilih ditentukan oleh tujuan.  Apabila tujuan portofolio lebih pada pemberian kesempatan kepada siswa untuk merefleksikan belajarnya, maka siswa harus diberi kesempatan juga untuk ikut memilih calon isi portofolio.  Akan tetapi, apabila portofolio lebih ditekankan pada usaha guru untuk menilai dan memperbaiki pembelajarannya, guru harus menen-tukan apa saja yang harus disajikan dalam portofolio.

Langkah-Langkah Perencanaan Portofolio Penilaian



Agar terarah, pengunaan portofolio harus dilakukan dengan perencanaan yang sistematis, melalui enam langkah di bawah ini.

Langkah pertama: Menentukan maksud atau fokus portfolio
Hal ini dilakukan dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut.
·         Mengapa saya (guru) memerlukan portfolio siswa?
·         Sasaran belajar apa atau tujuan kurikuler apa yang ketercapaiannya hendak dinilai dengan portofolio ini?
·         Apakah penilaian dengan portofolio lebih cocok untuk menilai belajar atau tujuan kurikuler tersebut daripada dengan penilaian alternative yang lain?
·         Apakah portofolio itu harus difokuskan pada karya terbaik, atau pertumbuhan (perkembangan) belajar, atau keduanya?
·         Portofolio itu akan digunakan sebagai komponen penilaian formatif ataukah untuk penilaian sumatif, atau keduanya?
·         Siapakah yang menentukan isi portofolio: guru saja, guru dan siswa, atau pihak lain (misalnya siswa, orang tua, dan guru)?

Kelebihan dan Kelemahan Portofolio Penilaian



Pengetahuan tidak datang dan masuk ke dalam benak siswa seperti hujan turun dan meresap ke dalam tanah.  Untuk memperoleh pengetahu-an, siswa harus ‘berjuang’ dengan mencerna informasi yang datang dari guru, informasi dari media cetak (bahan tertulis), informasi yang terkandung di dalam benda-benda yang dijumpainya, dan sebagainya.  Oleh karena itu, untuk memperoleh pengetahuan, siswa harus ‘aktif’, atau ‘belajar secara aktif’.  Oleh karena itu, dalam kelas yang ideal, siswa harus melakukan ‘penyelidikan’ memecahkan masalah, mengeksplorasi gagasan-gagasan dengan menggunakan benda-benda konkret, menggunakan media pembelajaran, mengerjakan hal-hal tersebut secara mandiri dan secara berkelompok, atau dengan bekerja sama dalam kelompok kecil, mengungkap-kan gagasan-gagasan baik secara tertulis maupun secara lisan. 

Portofolio Penilaian



Apakah yang disebut “portofolio”? Ada beberapa macam portofolio. Dalam kalangan seniman misalnya, ada portofolio yang berarti kumpulan hasil karya terbaik seorang seniman, yang sengaja diadakan untuk keperluan pameran. Dalam dunia pendidikan, portofolio adalah kumpulan hasil karya seorang siswa, sebagai hasil pelaksanaan tugas kinerja, yang ditentukan oleh guru atau oleh siswa bersama guru, sebagai bagian dari uasaha mencapai tujuan belajar, atau mencapai kompetensi yang ditentukan dalam kurikulum. Jadi, tidak setiap kumpulan karya seorang siswa disebut portofolio.  Portofolio dalam arti ini, dapat digunakan sebagai instrumen penilaian atau salah satu komponen dari instrumen penilaian, untuk menilai kompetensi siswa, atau menilai hasil belajar siswa.  Portofolio demikian disebut juga ‘portofolio untuk penilaian’ atau ‘portofolio penilaian’.

Tuesday, April 8, 2014

ANALISIS BUTIR SOAL SECARA KUANTITATIF



A.   Pengertian

Penelaahan soal secara kuantitatif maksudnya adalah penelaahan butir soal didasarkan pada data empirik dari butir soal yang bersangkutan. Data empirik ini diperoleh dari soal yang telah diujikan.


B.      Analisis Butir Soal
Ada dua pendekatan dalam analisis secara kuantitatif, yaitu pendekatan secara klasik dan modern.

ANALISIS BUTIR SOAL SECARA KUALITATIF



A.   Pengertian

Pada prinsipnya analisis butir soal secara kualitatif dilaksanakan berdasarkan kaidah penulisan soal (tes tertulis, perbuatan, dan sikap). Penelaahan ini biasanya dilakukan sebelum soal digunakan/diujikan.

Aspek yang diperhatikan di dalam penelaahan secara kualitatif ini adalah setiap soal ditelaah dari segi materi, konstruksi, bahasa/budaya, dan kunci jawaban/pedoman penskorannya. Dalam melakukan penelaahan setiap butir soal, penelaah perlu mempersiapkan bahan-bahan penunjang seperti: (1) kisi-kisi tes, (2) kurikulum yang digunakan, (3) buku sumber, dan (4) kamus bahasa Indonesia.

Penyetaraan Tes ( Equating )



Perakitan butir soal sering dilakukan secara tidak cermat karena ada beberapa kendala, diantaranya karena penyiapan bahannya dilakukan dalam tempo yang relatif singkat. Setiap kali akan diadakan ujian / ulangan, bahan langsung dipakai tanpa dapat diuji terlebih dahulu mutunya secara empirik. Akibat kekurangcermatan ini, penggunaan perangkat atau beberapa perangkat tes di tingkat sekolah, wilayah maupun nasional dapat merugikan banyak peserta didik yang kebetulan menempuh perangkat tes yang lebih sukar karena perangkat tesnya tidak paralel atau skor tes tidak memiliki kesamaan skala. Di samping itu, apabila dasar perakitan soalnya hanya didasarkan pada kisi-kisi saja (tanpa data empirik soal) atau didasarkan pada Kompetensi Dasar saja juga masih mengandung beberapa kelemahan. Soal yang

Analisis Hasil Penilaian



Penilaian yang diselenggarakan oleh pendidik mempunyai banyak kegunaan, baik bagi peserta didik, satuan pendidikan, ataupun bagi pendidik sendiri. Secara rinci dapat dijelaskan manfaat penilaian, yaitu:
1.      mengetahui tingkat ketercapaian Standar Kompetensi yang sudah dijabarkan ke Kompetensi  Dasar.
2.      mengetahui pertumbuhan dan perkembangan kemampuan peserta didik.
3.      mendiagnosis kesulitan belajar peserta didik.
4.      mendorong peserta didik belajar.
5.      mendorong pendidik untuk mengajar dan mendidik lebih baik.
6.      mengetahui keberhasilan satuan pendidikan dan mendorongnya untuk berkarya lebih terfokus dan terarah.

Friday, May 17, 2013

Contoh Kisi - kisi Kuisioner Minat Siswa

No
Indikator Minat
Instrumen Minat
Nomor Instrumen
1
Perasaan siswa terhadap Matematika
Bagi saya Matematika menyenangkan
1
2
Memiliki catatan pelajaran matematika
Catatan Matematika saya lengkap
2
3
Menandai catatan yang penting
Saya selalu memberi tanda catatan yang saya anggap penting
3
4
Berusaha memahami Matematika
Saya selalu berusaha memahami materi pelajaran matematika
4
5
Perasaan suka latihan soal Matematika
Saya suka mengerjakan latihan soal Matematika
5
6
Memiliki buku Matematika
Saya memiliki buku Matematika
6
7
Keberanian bertanya
Jika saya belum jelas, saya akan bertanya kepada guru
7
Saya lebih suka berdiskusi dengan teman
8
8
Rasa penasaran terhadap latihan soal Matematika
Saya selalu mencari tambahan latihan soal di Perpustakaan
9
Saya suka browsing materi atau soal Matematika di internet
10
Saya belum puas hanya mengerjakan satu jenis latihan soal saja
11
Saya selalu merasa penasaran jika latihan soal tidak berhasil saya selesaikan
12
9
Mengikuti pelajaran Matematika
Saya berusaha selalu hadir pada pelajaran matematika
13
Jika saya berhalangan hadir, saya akan pinjam catatan teman
14
Saya sangat kecewa jika pelajaran Matematika kosong
15













Thursday, May 16, 2013

Analisis Data Minat Belajar Siswa



Hasil pengukuran minat belajar di olah dengan menggunakan sistem penskoran skala Likert yang dimodifikasi dengan hanya menggunakan 4 (empat) pilihan, agar jelas sikap atau minat responden. Untuk menafsirkan hasil pengukuran digunakan kriteria sebagai berikut :
Skor untuk butir pertanyaan/pernyataan yang sifatnya positif:

Sangat setuju - Setuju -  Tidak setuju - Sangat tidak setuju.
           (4)                  (3)                (2)                    (1)

Sebaliknya untuk pertanyaan/pernyataan yang bersifat negatif

Sangat setuju - Setuju -  Tidak setuju - Sangat tidak setuju.
           (1)                  (2)                (3)                    (4)

Sunday, December 9, 2012

Contoh Analisis Data Hasil Belajar


1.           Data Nilai
Nilai perolehan siswa dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif dan kualitatif dengan membandingkan  antar siklus termasuk  pra tindakan. Data yang diperoleh diolah dengan cara :
  1. Menghitung jumlah peserta didik  yang tuntas belajar, yaitu  peserta didik  dengan nilai ≥ 70 berjumlah  85 % .
  2. Menghitung nilai rata-rata kelas.
  3.                                                                                  
                                          ∑ siswa yang mendapatkan nilai ≥ 70
      Prosentase Ketuntasan Kelas = ---------------------------------------------  X 100 %                 
                                                            ∑ siswa keseluruhan


    Menghitung prosentase ketuntasan, dengan rumus: