Wednesday, August 8, 2018

Panca Laga Sains


Belajar merupakan usaha yang menghasilkan perubahan berupa keahlian, sikap, kebiasaan, kemampuan pengetahuan, pengertian, penghargaan, emosi, hubungan sosial jasmani, etika dan budi pekerti (Nana Sudjana, 1988. p.50).  Proses belajar akan membentuk berbagai perubahan pada diri seseorang yang menetap dari waktu ke waktu.  Belajar akan terasa lebih mudah bila terdapat keseimbangan antara otak kiri dan otak kanan (bobby DF dan Mike.  2005.  p. 38).
Keseimbangan otak tersebut akan sangat berperan dalam meningkatkan kemampuan kognitif, afektif dan psikomotorik.  Oleh karenanya diperlukan mdel pembelajaran yang terus mengaktifkan kedua bagian otak tersebut. 

Bermain Bentuk Sirkuit

Sistem latihan sirkuit diperkenalkan oleh Morgan dan Adamson pada tahun 1953 di University of Leeds di Inggris. Latihan semakin populer dan diakui oleh banyak pelatih, ahli-ahli pendidikan jasmani, dan atlet sebagai suatu sistem latihan yang dapat memperbaiki secara serempak fitness keseluruhan dari tubuh, yaitu komponen power, daya tahan, kecepatan, fleksibilitas, mobilitas, dan komponen-komponen lainnya.
Bentuk-bentuk latihan dalam sirkuit adalah kombinasi dari semua unsur fisik.  Latihan-latihannya bisa berupa lari naik-turun tangga, lari ke samping, ke belakang, melempar bola, memukul bola dengan raket, lompat-lompat, berbagai bentuk latihan beban, dan sebagainya.  Bentuk-bentuk latihannya biasanya disusun dalam lingkaran. Karena itu nama latihan ini disebut circuit training.  Dengan sedikit kecerdikan dan kreativitas pelatih/pembina akan dapat mendesain suatu sirkuit yang paling cocok untuk cabang olahraga tertentu.

Monday, August 6, 2018

Teori Bermain


Bigot, Kohnstam dan Palland (2000:272-275) serta Rob dengan Leetouwer (2001:17-19) yang dikutip Sukintaka (1991:6-8) mengemukakan tentang teori bermain : (1) Teori rekreasi atau teori pelepasan, (2) Teori surplus atau teori kelebihan tenaga, (3) Teori sublimasi, (4) Teori Buhler, (5) Teori reinkarnasi.

1)         Teori Rekreasi atau teori pelepasan
            Teori ini diutarakan oleh bangsa Jerman yang bernama Schaller dan Lizarazus, menerangkan bahwa permainan itu merupakan kegiatan manusia yang berlawanan dengan kerja dan kesungguhan hidup, tetapi permainan itu merupakan imbangan antara kerja dengan istirahat.

Thursday, July 26, 2018

Gaya Mengajar


Pelaksanaan pembelajaran sangat ditunjang oleh keahlian pendidik dalam mengatur suasana kelasnya. Seringkali dalam proses penyampaian materi, pendidik langsung mengajar apa adanya. Ada pendidik yang tidak mau memikirkan cara menyampaikan materi pelajaran yang akan dibahasnya. Menyampaikan materi bukan hanya sekedar berbicara di depan kelas saja, tetapi suatu cara  dan kemampuan untuk membawakan materi pelajaran menjadi suatu bentuk presentasi yang menarik, menyenangkan, mudah dipahami dan diingat oleh peserta didik. Dalam hal ini, komunikasi menjadi lebih penting. Dengan komunikasi seseorang bisa mengerti dengan apa yang dibicarakan.

Gaya Belajar

Gaya belajar dapat dilakukan dalam 3 bentuk, dan dilaksanakan pada saat yang bersamaan. Yaitu belajar secara Somatis, Auditori dan Visual.
  1. Somatis
Somatic bersal dari bahasa Yunani, yang berarti tubuh. Jadi belajar somatis dapat disebut sebagai balajar dengan menggunakan indra peraba, kinestetis, praktis, dan melibatkan fisik serta menggunakan dan menggerakkan tubuh sewaktu belajar. Dalam pelaksanaan kegiatan belajar pada saat ini otak merupkan organ tubuh yang paling dominan. Pembelajaran yang dilakukan seperti merupakan kegiatan yang sangat keliru.

Sunday, February 21, 2016

Metode Belajar Picture and Picture



Picture and Picture adalah suatu metode belajar yang menggunakan gambar dan dipasangkan / diurutkan menjadi urutan logis.
Langkah-langkah:

Metode Cooperative Script



Skrip kooperatif adalah metode belajar dimana siswa bekerja berpasangan dan secara lisan mengikhtisarkan bagian-bagian dari materi yang dipelajari.
Langkah-langkah:
  1. Guru membagi siswa untuk berpasangan.
  2. Guru membagikan wacana / materi tiap siswa untuk dibaca dan membuat ringkasan.
  3. Guru dan siswa menetapkan siapa yang pertama berperan sebagai pembicara dan siapa yang berperan sebagai pendengar.
  4. Pembicara membacakan ringkasannya selengkap mungkin, dengan memasukkan ide-ide pokok dalam ringkasannya. Sementara pendengar menyimak / mengoreksi / menunjukkan ide-ide pokok yang kurang lengkap dan membantu mengingat / menghapal ide-ide pokok dengan menghubungkan materi sebelumnya atau dengan materi lainnya.
  5. Bertukar peran, semula sebagai pembicara ditukar menjadi pendengar dan sebaliknya, serta lakukan seperti di atas.
  6. Kesimpulan guru.
  7. Penutup.

Pembelajaran Berdasarkan Masalah



Problem Based Instruction (PBI) memusatkan pada masalah kehidupannya yang bermakna bagi siswa, peran guru menyajikan masalah, mengajukan pertanyaan dan memfasilitasi penyelidikan dan dialog.
Langkah-langkah:
  1. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran. Menjelaskan logistik yang dibutuhkan. Memotivasi siswa terlibat dalam aktivitas pemecahan masalah yang dipilih.

Metode Pemecahan Masalah ( Problem Solving )



Metode pemecahan masalah (problem solving) adalah penggunaan metode dalam kegiatan pembelajaran dengan jalan melatih siswa menghadapi berbagai masalah baik itu masalah pribadi atau perorangan maupun masalah kelompok untuk dipecahkan sendiri atau secara bersama-sama.
Orientasi pembelajarannya adalah investigasi dan penemuan yang pada dasarnya adalah pemecahan masalah.
Adapun keunggulan metode problem solving sebagai berikut:
  1. Melatih siswa untuk mendesain suatu penemuan.

Metode Role Playing



Metode Role Playing adalah suatu cara penguasaan bahan-bahan pelajaran melalui pengembangan imajinasi dan penghayatan siswa. Pengembangan imajinasi dan penghayatan dilakukan siswa dengan memerankannya sebagai tokoh hidup atau benda mati. Permainan ini pada umumnya dilakukan lebih dari satu orang, hal itu bergantung kepada apa yang diperankan. Kelebihan metode Role Playing:
Melibatkan seluruh siswa dapat berpartisipasi mempunyai kesempatan untuk memajukan kemampuannya dalam bekerjasama.

Metode Debat Dalam Pembelajaran



Metode debat merupakan salah satu metode pembelajaran yang sangat penting untuk meningkatkan kemampuan akademik siswa. Materi ajar dipilih dan disusun menjadi paket pro dan kontra. Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok dan setiap kelompok terdiri dari empat orang. Di dalam kelompoknya, siswa (dua orang mengambil posisi pro dan dua orang lainnya dalam posisi kontra) melakukan perdebatan tentang topik yang ditugaskan. Laporan masing-masing kelompok yang menyangkut kedua posisi pro dan kontra diberikan kepada guru.

Friday, August 8, 2014

Ciri Ciri Penelitian Tindakan Kelas ( PTK )



         Kegiatan ptk hrs tertuju pada peningkatan mutu siswa, sasarannya harus siswa.
         Rencana tindakan harus jelas siswa mau diapakan, tindakannya berupa apa, siswa sebagai subjek harus melakukan apa
         Tindakan harus dapat dilihat dalam unjuk kerja siswa secara konkrit yang dapat diteliti  dan diamati.
         Siswa hrs melakukan sesuatu, mungkin fisik atau mental.
         Kegiatan tidak hanya menyadarkan tetapi membiasakan
         Subyek pelaku bukan hanya perorangan tetapi klasikal. Tidak ada siswa yang bebas dari tindakan.
          jika guru punya masalah dengan beberapa siswa , penanganannya tetap menyeluruh
         Pemberian tindakan dilakukan oleh guru sendiri , tidak meminta bantuan kepala sekolah atau guru

Rambu Rambu Penulisan Penelitian Tindakan Kelas ( PTK )

JUDUL PENELITIAN PTK

  • Ditulis secara singkat, spesifik dan jelas
  • Menggambarkan masalah yang akan diteliti
  • Menggambarkan tindakan penelitian yang dipilih untuk memecahkan masalah
  • Setting (tempat dan waktu)
  • Maksimal sebanyak 20 kata

Tuesday, June 24, 2014

Jenis Desain Eksperimen



Sebenarnya lebih dari 8 (delapan)desain eksperimen yang dapat kita pelajari, namun berikut ini hanya disampaikan beberapa desain eksperimen yang sering digunakan guru dalam memperbaiki hasil belajar siswa, yaitu:
1) Treatments by Levels Designs,
2) Treatment by Groups Designs, dan
3) Matched Subjects Designs
Untuk  mendapatkan  gambaran  yang  agak  jelas  berikut  ini  diuraikan  secara singkat ketiga desain eksperimen tersebut.

Desain Eksperimen



Apakah  desain  eksperimen  itu?  Desain  eksperimen  adalah  suatu  rancangan percobaan  dengan  setiap  langkah  tindakan  yang  terdefinisikan,  sehingga informasi  yang  berhubungan  dengan  atau  diperlukan  untuk  persoalan  yang akan  diteliti  dapat  dikumpulkan  secara  faktual.  Dengan  kata  lain,  desain sebuah  eksperimen  merupakan  langka-langkah  lengkap  yang  perlu  diambil jauh  sebelum  eksperimen  dilakukan  agar  data  yang  semestinya  diperlukan dapat diperoleh sehingga akan membawa ke analisis obyektif dan kesimpulan yang berlaku dan tepat menjawab persoalan yang dibahas.

PELAKSANAAN EKSPERIMEN



Sesudah  mempersiapkan  desain/rancangan  eksperimen  serta  berusaha mengantisipasi  berbagai  kesesatan  yang  mungkin  dapat  mengganggu pelaksanaan  dan  hasil  eksperimen,  maka  apa  yang  harus  dilakukan  agar eksperimen  terssebut  dapat  berjalan  dengan  baik?  Namun,  sebelum  ke pelaksanaannya perlu dikaji ulang, apakah materi yang akan diajarkan sudah disiapkan  dengan  baik?  Apakah  kedua  kelompok  eksperimen  sudah dipersiapkan  sesuai  prosedur  penelitian  eksperimen? Dan,  guru  yang  akan melaksanakan sudah dipersiapkan secara memadai dan memiliki kualitas yang seimbang? Kalau semuanya sudah dikaji barulah kita memperhatikan langkah berikut ini:

KESESATAN DALAM EKSPERIMEN

Segala  sesuatu  yang  berkaitan  dengan  kondisi,  keadaan,  faktor,  perlakuan, atau tindakan yang diperkirakan dapat memengaruhi hasil eksperimen disebut variable.  Dalam  eksperimen  selalu  dibedakan  adanya  variable-variabel  yang berkaitan  secara  langsung  diberlakukan  untuk  mengetahui  suatu  keadaan tertentu dan diharapkan mendapatkan dampak/akibat dari eksperimen sering disebut  variabel  eksperimental  atau  treatment  variable,  dan  variable  yang tidak  dengan  sengaja  dilakukan  tetapi  dapat  memengaruhi  hasil  eksperimen disebut  variabel  noneksperimental. 

MEMPERSIAPKAN EKSPERIMEN



Marilah kita mempersiapkan penelitian eksperimen secara baik. Sebelum peneliti melaksanakan  treatment/perlakuan,  ada  beberapa  hal  yang  perlu  diperhatikan. Sebagai ilustrasi seorang guru akan mengadakan percobaan tentang keampuhan dua  metode  mengajar  dalam  bidang  Matematika,  Mana  di  antara  dua  macam metode yang dapat memberikan prestasi belajar lebihbaik (metode pemahaman konsep  atau  metode  pemecahan  soal).  Karena,  ditemukan  selama  guru menggunakan  metode  pemahaman  konsep  prestasi  belajar  siswanya  belum menggembirakan.

PENELITIAN EKSPERIMEN



Penelitian  eksperimen  (Experimental  Research) kegiatan  penelitian  yang bertujuan  untuk  menilai   pengaruh  suatu  perlakuan/tindakan/treatment pendidikan  terhadap  tingkah  laku  siswa  atau menguji  hipotesis  tentang  adatidaknya  pengaruh  tindakan  itu  bila  dibandingkan  dengan  tindakan  lain.
Berdasarkan hal tersebut maka tujuan umum penelitian eksperimen adalah untuk meneliti pengaruh dari suatu perlakuan tertentuterhadap gejala suatu kelompok tertentu  dibanding  dengan  kelompok  lain  yang  menggunakan  perlakuan  yang berbeda.

Monday, June 23, 2014

Penggunaan Model Pembelajaran ARIAS



Penggunaan model pembelajaran ARIAS perlu dilakukan sejak awal, sebelum guru melakukan kegiatan pembelajaran di kelas. Model pembelajaran ini digunakan sejak guru atau perancang merancang kegiatan pembelajaran dalam bentuk satuan pelajaran misalnya. Satuan pelajaran sebagai pegangan (pedoman) guru kelas dan satuan pelajaran sebagai bahan/materi bagi siswa. Satuan pelajaran sebagai pegangan bagi guru disusun sedemikian rupa, sehingga satuan pelajaran tersebut sudah mengandung komponen-komponen ARIAS. Artinya, dalam satuan pelajaran itu sudah tergambarkan usaha/kegiatan yang akan dilakukan untuk menanamkan rasa percaya diri pada siswa, mengadakan kegiatan yang relevan, membangkitkan