Wednesday, August 8, 2018

MEDIA PENDIDIKAN TRADISIONAL


Kata ‘media’ (Sadiman, Dkk, 2005 : 6-7) berasal dari Bahasa Latin  dan merupakan bentuk jamak dari kata ‘medium” yang berarti perantara atau pengantar. Association of Education and Communication Technology/AECT di Amerika membatasi media sebagai segala bentuk dan saluran yang digunakan orang untuk menyalurkan pesan/informasi. Gagne (1970) menyatakan bahwa media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsangnya untuk belajar. Sementara itu Briggs (1970) berpendapat bahwa media adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar. Asosiasi Pendidikan Nasional (National Education  Association/NEA) meniliki pengertian yang berbeda. Media adalah bentuk-bentuk komunikasi baik tercetak maupun audiovisual serta peralatannya. Media hendaknya dapat dimanipulasi, dapat dilihat, didengar dan dibaca.

Sunday, June 22, 2014

Prosedur Pemanfaatan TIK dalam Kegiatan Pembelajaran



Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Departemen Pendidikan Amerika Serikat pada tahun 1999, dikemukakan bahwa relatif kecil prosentase jumlah guru (20%) yang menyampaikan bahwa mereka mempersiapkan diri secara baik untuk mengintegrasikan TIK ke dalam pembelajaran di kelas. Sebagai contoh, seorang guru mengatakan “Saya menggunakan komputer di kelas sebagai upaya pengayaan terhadap topik materi yang telah dibahas”, “Para siswa menggunakan internet untuk mendapatkan berbagai informasi yang perlu bagi laporan mereka”, “Saya menggunakan powerpoint untuk mempersiapkan semua presentasi saya di dalam kelas” (US Department of Education, 1999).

Dampak Kemajuan TIK dalam Pendidikan/Pembelajaran



, TIK telah menjadi simbol gelombang perubahan. Bagaimana kita menghadapi perubahan ini? Kalau TIK itu diibaratkan sebagai arus badai, maka sekurang-kurangnya ada tiga sikap dalam menghadapinya. Pilihan pertama, membangun dinding yang kokoh agar tidak terkena badai tersebut. Pilihan kedua, berdiam diri dan membiarkan diri kita terbawa arus. Pilihan ketiga, memanfaatkan arus tersebut sebagai sumber energi. Pilihan manakah yang akan kita ambil? Sekalipun jawaban terhadap pertanyaan ini tergantung kepada diri kita masing-masing, tentunya kita sepakat bahwa pilhan terbaik adalah memanfaatkan arus tersebut sebagai sumber energi.

TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK) DALAM PEMBELAJARAN


Teknologi merupakan alat atau sarana teknis yang digunakan manusia untuk meningkatkan perbaikan/penyempurnaan lingkungannya. Teknologi merupakan suatu pengetahuan tentang cara menggunakan alat dan mesin untuk melaksanakan tugas secara efisien. Selain itu, teknologi  dapat juga dikatakan sebagai pengetahuan, alat, dan sistem yang digunakan untuk membuat hidup lebih mudah dan lebih baik. Melalui pemanfaatan teknologi memungkinkan orang dapat berkomunikasi dengan lebih baik dan lebih cepat. Teknologi ada di mana-mana dan dapat membuat kehidupan manusia menjadi lebih baik 
 

Wednesday, May 22, 2013

Media Pembelajaran Serial pictures




Serial pictures (picture sequence description) di sini maksudnya adalah urut-urutan tiga sampai enam gambar yang menggambarkan suatu jalan cerita (Brown  2004). Pembelajaran menggunakan serial pictures sebagai suatu pembelajaran yang menggunakan gambar-gambar yang mempresentasikan ide-ide verbal. Ide-ide terdapat dalam setiap gambar yang merupakan ide pokok yang akan dibahas. Ide-ide pokok tersebut kemudian dielaborasi dengan kalimat yang saling berhubungan. Untuk memperjelas ide yang ada dalam gambar-gambar tersebut, guru perlu memberi beberapa kata kunci  atau frasa-frasa yang memungkinkan siswa lebih mudah dalam menuliskan kalimat-kalimatnya.
Guru juga perlu menulis pertanyaan-pertanyaan (untuk kelas yang agak lemah) untuk mempermudah siswa menghububungkan antar kalimat berdasar gambar sehingga terbentuklah koherensi antar kalimat dengan baik. Setelah itu guru membacakan teks, siswa mendengarkan sambil membuat catatan-catatan.

Sejarah Media Pembelajaran



Selama ini media hanya dianggap sebagai alat bantu mengajar guru (teaching aids). Alat bantu yang dipakai adalah alat bantu visual, misalnya gambar, model, objek, dan alat-alat lain yang dapat memberikan pengalaman konkrit, motivasi belajar, serta mempertinggi daya serap belajar siswa. Dengan masuknya pengaruh teknologi audio pada pertengahan abad 20, alat visual untuk mengkonkretkan materi pelajaran selanjutnya dilengkapi dengan audio sehingga dikenal menjadi alat audio-visual atau audio visual aids (AVA).
            Berbagai peralatan digunakan oleh guru untuk menyampaikan pesan kepada siswa melalui penglihatan dan pendengaran dengan maksud menghindari verbalisme yang masih mungkin terjadi, kalau hanya digunakan alat bantu visual semata. Pada akhir tahun 1950 teori komunikasi mulai mempengaruhi penggunaan alat bantu audio-visual, sehingga selain sebagai alat bantu, media juga berfungsi sebagai penyalur pesan atau informasi belajar. Sejak saat itu alat audio-visual bukan hanya dipandang sebagai alat bantu guru saja, melainkan juga sebagai alat penyalur pesan atau media.

Film Sebagai Media Pembelajaran



Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1999: 276) film mempunyai dua pegertian. Pertama, selaput tipis yang dibuat dari seluloid untuk tempat gambar negatif yang akan dibuat potret atau tempat gambar positif yang akan dimainkan di bioskop. Kedua, lakon (cerita) gambar hidup. Sementara film dokumenter dimaknai sebagai dokumen dalam bentuk film mengenai suatu peristiwa bersejarah atau aspek seni budaya yang mempunayi makna khusus agar dapat menjadi alat penerangan dan pendidikan.
Film kini terdapat dalam beberapa format, seperti VCD dan DVD memberi pengalaman kongkrit juga abstrak kepada peserta didik. Menurut Mohd. Arif dkk. (2008: 37-42) film sebagai media pembelajaran memiliki beberapa kelebihan, antara lain sebagai berikut: (1) memiliki unsur multimedia; (2) memanipulasi prespektif ruang dan waktu; (3) dapat menyampaikan pesan pembelajaran; (4) memudahkan kegiatan pembelajaran; dan (5) dapat meningkatkan berbagai kemahiran dan pengalaman belajar.

Friday, May 17, 2013

Permainan


Hadfield (1985:4) mengatakan bahwa “A game is an activity with rules, a goal and an element of fun”. Hal ini berarti bahwa sebuah permainan yang bertujuan meningkatkan hasil pembelajaran harus memiliki tata aturan dan tujuan selain menciptakan pembelajaran yang menyenangkan. Selanjutnya Hadfield membagi dua jenis permainan, yakni permainan kompetitif dan permainan kooperatif. Tujuan yang pertama adalah siswa berlomba untuk menjadi nomor satu mencapai tujuan, sementara yang kedua siswa bekerja sama.
Penekanan pada kegiatan permainan adalah keberhasilan untuk berkomunikasi bukan kesempurnaan bahasa. Permainan cenderung digunakan untuk kelancaran (fluency). Jadi hal terpenting adalah bagaimana permainan tersebut digunakan. Permainan juga memerlukan teknik yang beragam dan keragaman sangat pentitng dalam pembelajaran bahasa.

Sunday, April 28, 2013

Strategi Pemilihan Media Pembelajaran


Media pembelajaran merupakan salah satu sarana untuk lebih mengefektifkan dalam proses belajar mengajar di sekolah, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemilihan media, yang perlu diperhatikan antara lain : tujuan, ketepatgunaan, keadaan siswa, ketersediaan, mutu teknis dan biaya yang tersedia dapat dijabarkan sebagai berikut.

Klasifikasi Media Pembelajaran


Menurut Briggs (1986:23) mengemukakan bahwa media pembelajaran ada 13 bagian yaitu : a) objek, b) model, c) suara,                d) langsung, e) rekaman, f) audio, g) media cetak, h) pembelajaran terprogram, i) papan tulis, j) media transparan, k) film rangkai, l) film bingkai, m) film televisi dan gambar. Sedangkan Amir Hamzah Sulaiman (Nyoman S. Degeng 1993:5) menggolongkan media sebagai berikut.

Pengertian Media


Secara harfiah kata ‘media’ yang dalam bahasa latin disebut mediumb berarti perantara atau pengantar. Media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim kepada penerima. Banyak para pakar yang memberi batasan tentang media. Assosiation of Education and Communication Technology (AECT) membatasi media sebagai segala bentuk dan saluran yang digunakan orang untuk menyampaiakan pesan dan informasi. Selain itu Gagne (1970) menyatakan, bahwa media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswayang dapat merangsang kegiatan belajar.

Model Pembelajaran Penjasorkes dengan Bermain Sirkuit


a.        Hakekat Latihan Sirkuit
Sistem latihan sirkuit diperkenalkan oleh Morgan dan Adamson pada tahun 1953 di University of Leeds di Inggris. Latihan semakin populer dan diakui oleh banyak pelatih, ahli-ahli pendidikan jasmani, dan atlet sebagai suatu sistem latihan yang dapat memperbaiki secara serempak fitness keseluruhan dari tubuh, yaitu komponen power, daya tahan, kecepatan, fleksibilitas, mobilitas, dan komponen-komponen lainnya.
Bentuk-bentuk latihan dalam sirkuit adalah kombinasi dari semua unsur fisik.  Latihan-latihannya bisa berupa lari naik-turun tangga, lari ke samping, ke belakang, melempar bola, memukul bola dengan raket, lompat-lompat, berbagai bentuk latihan beban, dan sebagainya.  Bentuk-bentuk latihannya biasanya disusun dalam lingkaran. Karena itu nama latihan ini disebut circuit training.  Dengan sedikit kecerdikan dan kreativitas pelatih/pembina akan dapat mendesain suatu sirkuit yang paling cocok untuk cabang olahraga tertentu.
Bermain bentuk Sirkuit merupakan modifikasi dari sirkuit training, pengertian dari bermain bentuk sirkuit tidak jauh beda dari sirkuit training yaitu kegiatan yang terdiri dari serangkaian bentuk latihan yang dilakukan sekaligus dengan diselingi waktu istirahat yang telah diatur, hanya saja dalam bermain bentuk sirkuit setiap kegiatan atau pos akan memunculkan latihan yang berisi unsur-unsur bermain sehingga para siswa diharapkan tidak merasa sedang melakukan sirkuit training melainkan sedang bermain bersama-sama dengan temannya.

Monday, September 3, 2012

Pengertian Media Pembelajaran


Assosiation of Education and Communication Technology (AECT) membatasi media sebagai segala bentuk dan saluran yang digunakan orang untuk menyampaiakan pesan dan informasi. 

Gagne (1970) menyatakan, bahwa media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswayang dapat merangsang kegiatan belajar. 

 Kamus Besar Bahasa Indonesia menyebutkan bahwa media pendidikan adalah alat atau bahan yang digunakan dalam proses pengajaran atau pembelajaran (2002:726). 

Ruseffendi (1982) menyatakan bahwa media pendidikan adalah perangkat lunak (soft ware) dan atau perangkat keras (hard ware) yang berfungsi sebagai alat belajar dan alat bantu belajar