Kata ‘media’ (Sadiman, Dkk, 2005 : 6-7) berasal
dari Bahasa Latin dan merupakan bentuk
jamak dari kata ‘medium” yang berarti perantara atau pengantar. Association of Education and Communication
Technology/AECT di Amerika membatasi media sebagai segala bentuk dan
saluran yang digunakan orang untuk menyalurkan pesan/informasi. Gagne (1970)
menyatakan bahwa media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa
yang dapat merangsangnya untuk belajar. Sementara itu Briggs (1970) berpendapat
bahwa media adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta
merangsang siswa untuk belajar. Asosiasi Pendidikan Nasional (National
Education Association/NEA) meniliki
pengertian yang berbeda. Media adalah bentuk-bentuk komunikasi baik tercetak
maupun audiovisual serta peralatannya. Media hendaknya dapat dimanipulasi,
dapat dilihat, didengar dan dibaca.
Wednesday, August 8, 2018
Sunday, June 22, 2014
Prosedur Pemanfaatan TIK dalam Kegiatan Pembelajaran
Sunday, June 22, 2014
Media, Metode, Pengertian
Berdasarkan penelitian yang
dilakukan oleh Departemen Pendidikan Amerika Serikat pada tahun 1999,
dikemukakan bahwa relatif kecil prosentase jumlah guru (20%) yang menyampaikan
bahwa mereka mempersiapkan diri secara baik untuk mengintegrasikan TIK ke dalam
pembelajaran di kelas. Sebagai contoh, seorang guru mengatakan “Saya
menggunakan komputer di kelas sebagai upaya pengayaan terhadap topik materi
yang telah dibahas”, “Para siswa menggunakan internet untuk mendapatkan
berbagai informasi yang perlu bagi laporan mereka”, “Saya menggunakan powerpoint untuk mempersiapkan semua
presentasi saya di dalam kelas” (US Department of Education, 1999).
Dampak Kemajuan TIK dalam Pendidikan/Pembelajaran
Sunday, June 22, 2014
Media, Pengertian
, TIK
telah menjadi simbol gelombang perubahan. Bagaimana kita menghadapi perubahan
ini? Kalau TIK itu diibaratkan sebagai arus badai, maka sekurang-kurangnya ada
tiga sikap dalam menghadapinya. Pilihan pertama, membangun dinding yang kokoh
agar tidak terkena badai tersebut. Pilihan kedua, berdiam diri dan membiarkan
diri kita terbawa arus. Pilihan ketiga, memanfaatkan arus tersebut sebagai
sumber energi. Pilihan manakah yang akan kita ambil? Sekalipun jawaban terhadap
pertanyaan ini tergantung kepada diri kita masing-masing, tentunya kita sepakat
bahwa pilhan terbaik adalah memanfaatkan arus tersebut sebagai sumber energi.
TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK) DALAM PEMBELAJARAN
Sunday, June 22, 2014
Media, Pengertian
Wednesday, May 22, 2013
Media Pembelajaran Serial pictures
Wednesday, May 22, 2013
Media
Serial pictures (picture sequence description) di sini maksudnya adalah urut-urutan tiga sampai enam gambar yang menggambarkan suatu jalan cerita (Brown 2004). Pembelajaran menggunakan serial pictures sebagai suatu pembelajaran yang menggunakan gambar-gambar yang mempresentasikan ide-ide verbal. Ide-ide terdapat dalam setiap gambar yang merupakan ide pokok yang akan dibahas. Ide-ide pokok tersebut kemudian dielaborasi dengan kalimat yang saling berhubungan. Untuk memperjelas ide yang ada dalam gambar-gambar tersebut, guru perlu memberi beberapa kata kunci atau frasa-frasa yang memungkinkan siswa lebih mudah dalam menuliskan kalimat-kalimatnya.
Guru juga perlu menulis pertanyaan-pertanyaan (untuk kelas yang agak lemah) untuk mempermudah siswa menghububungkan antar kalimat berdasar gambar sehingga terbentuklah koherensi antar kalimat dengan baik. Setelah itu guru membacakan teks, siswa mendengarkan sambil membuat catatan-catatan.
Sejarah Media Pembelajaran
Wednesday, May 22, 2013
Media, Pengertian
Selama ini media hanya dianggap sebagai alat bantu mengajar guru (teaching aids). Alat bantu yang dipakai
adalah alat bantu visual, misalnya gambar, model, objek, dan alat-alat lain
yang dapat memberikan pengalaman konkrit, motivasi belajar, serta mempertinggi
daya serap belajar siswa. Dengan masuknya pengaruh teknologi audio pada
pertengahan abad 20, alat visual untuk mengkonkretkan materi pelajaran
selanjutnya dilengkapi dengan audio sehingga dikenal menjadi alat audio-visual
atau audio visual aids (AVA).
Berbagai peralatan
digunakan oleh guru untuk menyampaikan pesan kepada siswa melalui penglihatan
dan pendengaran dengan maksud menghindari verbalisme yang masih mungkin
terjadi, kalau hanya digunakan alat bantu visual semata. Pada akhir tahun 1950
teori komunikasi mulai mempengaruhi penggunaan alat bantu audio-visual,
sehingga selain sebagai alat bantu, media juga berfungsi sebagai penyalur pesan
atau informasi belajar. Sejak saat itu alat audio-visual bukan hanya dipandang
sebagai alat bantu guru saja, melainkan juga sebagai alat penyalur pesan atau
media.
Film Sebagai Media Pembelajaran
Wednesday, May 22, 2013
Media, Pengertian
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia
(1999: 276) film mempunyai dua pegertian. Pertama,
selaput tipis yang dibuat dari seluloid untuk tempat gambar negatif yang akan
dibuat potret atau tempat gambar positif yang akan dimainkan di bioskop. Kedua, lakon (cerita) gambar hidup. Sementara
film dokumenter dimaknai sebagai dokumen dalam bentuk film mengenai suatu
peristiwa bersejarah atau aspek seni budaya yang mempunayi makna khusus agar
dapat menjadi alat penerangan dan pendidikan.
Film kini terdapat dalam beberapa
format, seperti VCD dan DVD memberi pengalaman kongkrit juga abstrak kepada
peserta didik. Menurut Mohd. Arif dkk. (2008: 37-42) film
sebagai media pembelajaran memiliki beberapa kelebihan, antara lain sebagai
berikut: (1) memiliki unsur multimedia; (2) memanipulasi prespektif ruang dan
waktu; (3) dapat menyampaikan pesan pembelajaran; (4) memudahkan kegiatan
pembelajaran; dan (5) dapat meningkatkan berbagai kemahiran dan pengalaman
belajar.
Friday, May 17, 2013
Permainan
Friday, May 17, 2013
Media, Pengertian
Hadfield (1985:4) mengatakan bahwa “A game is an activity with rules, a goal and an element of fun”. Hal
ini berarti bahwa sebuah permainan yang bertujuan meningkatkan hasil
pembelajaran harus memiliki tata aturan dan tujuan selain menciptakan
pembelajaran yang menyenangkan. Selanjutnya Hadfield membagi dua jenis
permainan, yakni permainan kompetitif dan permainan kooperatif. Tujuan yang
pertama adalah siswa berlomba untuk menjadi nomor satu mencapai tujuan,
sementara yang kedua siswa bekerja sama.
Penekanan pada kegiatan permainan adalah keberhasilan
untuk berkomunikasi bukan kesempurnaan bahasa. Permainan cenderung digunakan
untuk kelancaran (fluency). Jadi hal
terpenting adalah bagaimana permainan tersebut digunakan. Permainan juga
memerlukan teknik yang beragam dan keragaman sangat pentitng dalam pembelajaran
bahasa.
Sunday, April 28, 2013
Strategi Pemilihan Media Pembelajaran
Sunday, April 28, 2013
Media, Pengertian
Media pembelajaran
merupakan salah satu sarana untuk lebih mengefektifkan dalam proses belajar
mengajar di sekolah, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemilihan media,
yang perlu diperhatikan antara lain : tujuan, ketepatgunaan, keadaan siswa,
ketersediaan, mutu teknis dan biaya yang tersedia dapat dijabarkan sebagai
berikut.
Klasifikasi Media Pembelajaran
Sunday, April 28, 2013
Media, Pengertian
Menurut Briggs (1986:23) mengemukakan
bahwa media pembelajaran ada 13 bagian yaitu : a) objek, b) model, c) suara, d) langsung, e) rekaman, f)
audio, g) media cetak, h) pembelajaran terprogram, i) papan tulis, j) media
transparan, k) film rangkai, l) film bingkai, m) film televisi dan gambar.
Sedangkan Amir Hamzah Sulaiman (Nyoman S. Degeng 1993:5) menggolongkan media sebagai
berikut.
Pengertian Media
Sunday, April 28, 2013
Media, Pengertian
Secara harfiah kata ‘media’ yang
dalam bahasa latin disebut mediumb
berarti perantara atau pengantar. Media adalah perantara atau pengantar pesan
dari pengirim kepada penerima. Banyak para pakar yang memberi batasan tentang
media. Assosiation of Education and
Communication Technology (AECT) membatasi media sebagai segala bentuk dan
saluran yang digunakan orang untuk menyampaiakan pesan dan informasi. Selain
itu Gagne (1970) menyatakan, bahwa media adalah berbagai jenis komponen dalam
lingkungan siswayang dapat merangsang kegiatan belajar.
Model Pembelajaran Penjasorkes dengan Bermain Sirkuit
Sunday, April 28, 2013
Belajar, Media, Metode, Model, Pengertian
a.
Hakekat Latihan Sirkuit
Sistem latihan sirkuit diperkenalkan oleh Morgan dan Adamson
pada tahun 1953 di University of Leeds di Inggris. Latihan semakin populer dan
diakui oleh banyak pelatih, ahli-ahli pendidikan jasmani, dan atlet sebagai
suatu sistem latihan yang dapat memperbaiki secara serempak fitness keseluruhan
dari tubuh, yaitu komponen power, daya tahan, kecepatan, fleksibilitas,
mobilitas, dan komponen-komponen lainnya.
Bentuk-bentuk latihan dalam sirkuit adalah kombinasi dari semua
unsur fisik. Latihan-latihannya bisa berupa
lari naik-turun tangga, lari ke samping, ke belakang, melempar bola, memukul
bola dengan raket, lompat-lompat, berbagai bentuk latihan beban, dan
sebagainya. Bentuk-bentuk latihannya
biasanya disusun dalam lingkaran. Karena itu nama latihan ini disebut circuit
training. Dengan sedikit kecerdikan dan
kreativitas pelatih/pembina akan dapat mendesain suatu sirkuit yang paling
cocok untuk cabang olahraga tertentu.
Bermain bentuk Sirkuit merupakan
modifikasi dari sirkuit training, pengertian dari bermain bentuk sirkuit tidak
jauh beda dari sirkuit training yaitu kegiatan yang terdiri dari serangkaian
bentuk latihan yang dilakukan sekaligus dengan diselingi waktu istirahat yang
telah diatur, hanya saja dalam bermain bentuk sirkuit setiap kegiatan atau pos akan
memunculkan latihan yang berisi unsur-unsur bermain sehingga para siswa
diharapkan tidak merasa sedang melakukan sirkuit training melainkan sedang
bermain bersama-sama dengan temannya.
Monday, September 3, 2012
Pengertian Media Pembelajaran
Monday, September 03, 2012
Media, Pengertian
Assosiation of Education and Communication Technology (AECT) membatasi media sebagai segala bentuk dan saluran yang
digunakan orang untuk menyampaiakan pesan dan informasi.
Gagne
(1970) menyatakan, bahwa media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan
siswayang dapat merangsang kegiatan belajar.
Kamus Besar Bahasa
Indonesia menyebutkan bahwa media pendidikan adalah alat atau bahan yang
digunakan dalam proses pengajaran atau pembelajaran (2002:726).
Ruseffendi
(1982) menyatakan bahwa media pendidikan adalah perangkat lunak (soft ware)
dan atau perangkat keras (hard ware) yang berfungsi sebagai alat belajar
dan alat bantu belajar
Subscribe to:
Posts (Atom)





