Sunday, June 9, 2013

THINK PAIR SHARE (TPS)



     Pendekatan struktural TPS yang dikembangkan oleh Spencer Kagan dkk dalam (Muslimin, dkk, 2000) ini memberi penekanan pada penggunaan struktur tertentu yang dirancang untuk mempengaruhi pola interaksi siswa. Dimaksudkan sebagai alternatif struktur kelas tradisional, seperti resitasi, dimana guru mengajukan pertanyaan kepada seluruh kelas dan siswa memberikan jawaban setelah mengangkat tangan dan ditunjuk.  Kagen juga menghendaki siswa bekerja saling membantu dalam kelompok kecil dan lebih dicirikan oleh penghargaan kooperatif, dari pada penghargaan individual.  Think-pair-shere memiliki prosedur yang ditetapkan secara eksplisit untuk memberi siswa waktu lebih banyak untuk berfikir, menjawab dan saling membantu satu sama lain, dapat bekerja sama dengan orang lain dalam kelompok kecil yang heterogen.

Jika guru menginkan siswa memikirkan secara lebih mendalam tentang apa yang telah dijelaskan atau dialami.  Maka guru memilih untuk menggunakan strategi Think-pair-shere sebagai gantinya tanya jawab seluruh kelas, dengan langkah-langkah sebagai berikut ini.
Tahap -1 : Thinking (berfikir) Guru mengajukan pertanyaan atau isu yang berhubungan dengan pelajaran, kemudian siswa diminta untuk memikirkan pertanyaan atau isu tersebut secara mandiri untuk beberapa saat.
Tahap -2  : Pairing.  Guru meminta siswa berpasangan dengan siswa yang lain untuk mendiskusikan apa yang telah dipikirkannya pada tahap pertama.  Interaksi pada tahap ini diharapkan dapat berbagi jawaban jika telah diajukan suatu pertanyaan atau berbagi ide jika suatu persolan khusus telah diidentifikasi.
Tahap -3 : pada tahap akhir ini, guru meminta kepada pasangan untuk berbagi dengan seluruh kelas tentang apa yang telah mereka bicarakan.  Ini efektif dilakukan dengan cara bergiliran pasangan demi pasangan dan dilanjutkan sampai sekitar seperempat pasangan telah mendapat kesempatan untuk melapotkan.